Perubahan Besar dalam Serpihan Kecil

Ada orang yang kelebihan berat badan. Ia bertekad untuk menurunkan berat badan. Maka dari itu, ia mulai melakukan diet, juga berolahraga. Ia melakukannya dengan penuh semangat. Namun, itu hanya berlangsung seminggu. Setelah itu, ia lupa ada diet, juga lupa pada olahraga. Kita banyak mendengar cerita seperti itu, bukan? Karena itu kita mengenal ejekan, ”Hangat-hangat tahi ayam.” Kenapa bisa begitu? Membuat perubahan adalah sebuah kerja berat yang melelahkan. Normalnya, orang ingin kerja berat itu segera selesai agar bisa segera menikmati hasilnya, dan beristirahat.

Makanya, banyak orang membayangkan perubahan besar terjadi dalam sebuah momen yang besar, sesuatu yang radikal, yang membuat segalanya berubah. Atau setidaknya, sebuah momen kecil yang memicu perubahan-perubahan lain, tanpa harus melakukan kerja besar. Kenyataannya tidak demikian. Perubahan besar umumnya terdiri dari ribuan, bahkan mungkin jutaan momen kecil, ibarat serpihan. Artinya, kita harus terus-menerus melakukannya. Begitu kita berhenti, maka perubahan juga berhenti. Atau, ia berbalik ke arah yang berlawanan dari yang hendak kita tuju. Sebenarnya situasi ini tak sulit untuk dipahami. Coba perhatikan bagaimana seseorang menjadi gendut. Adakah orang yang gendut dalam sekejap, jadi gendut dalam seminggu atau sebulan? Tidak.

Menjadi gendut itu adalah proses yang berlangsung lama, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Setiap hari kita menabung sekian gram kelebihan lemak akibat konsumsi makanan lebih banyak dari energi yang kita butuhkan. “Tabungan” 10 gram sehari, atau 30 gram sehari, menumpuk menjadi satuan kilo setelah beberapa lama. Lalu satuan itu meningkat jadi puluhan kilo, setelah sekian lama lagi. Berat badan saya sendiri meningkat sebanyak 10 kilo selama 10 tahun, artinya naik 1 kilo setahun. Kenaikan per harinya cuma 2,7 gram.

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *